Sebelum membahas tentang tahapan dan teknik konstruksi beton. Ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu jenis bangunan yang biasa menggunakan konstruksi beton. Seperti yang kita tahu bangunan adalah salah satu tempat yang vital digunakan oleh manusia untuk beraktifitas. Bangunan juga dapat menjadi simbol dari sebuah peradaban manusia.

Pembangunan gedung harus memiliki estetika yang sesuai dengan kegunaan dan fungsinya. Oleh karena itu dalam membangun suatu gedung atau bangunan lain perlu ketelitian dalam pelaksanaan pembangunan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dalam sebuah konstruksi bangunan.

Tahapan dan teknik konstruksi beton sebenarnya telah diterapkan pada permulaan abad ke 19. Yang merupakan awal dari evolusi penggunaan beton. Dalam hal ini beton konvensional memiliki peran penting dalam pembangunan konstruksi.

Penggunaan beton sendiri sejak dahulu telah banyak di gunakan. Seperti dalam konstruksi bangunan sejak zaman romawi kuno. Namun beton terus mengalami evolusi dan perubahan-perubahan. Hal tersebut agar lebih efisien dan juga untuk menghasilkan beton yang lebih kokoh dari teknik yang dahulu di gunakan.

Beton adalah material bangunan yang terbuat dari bahan dasar berupa adonan. Pencampuran pasir, semen, batu kerikil dan air tersebut memiliki sifat komposit yang rumit. Walaupun demikian beton dapat mudah dibuat bahkan oleh orang yang tidak berpengalaman di dunia konstruksi beton.

Namun dengan kemudahan proses pembuatan tersebut tidak serta merta membuat beton yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Seperti hal nya yang di lakukan para ahli beton ready mix yang menggunakan teknologi modern.

tahapan dan teknik konstruksi beton

 

Mengenal Tahapan dan Teknik Konstruksi Beton

 

Dalam mempelajari tahapan dan teknik konstruksi beton maka kita juga harus paham dalam hal pekerjaan struktur beton. Konstruksi beton konvensional memiliki peranan penting yang melibatkan estimasi material, persiapan lokasi, bekisting, penerapan tulangan beton, mixing, penuangan, finishing beton dan curing. Untuk lebih lengkap dalam membahas hal-hal tersebut, dapat dilihat berikut ini.

1. Estimasi Material

Proses pengolahan beton harus disesuaikan dengan proporsi material yang tepat. Sehingga dapat menghasilkan beton yang benar-benar berkualitas. takaran beton yang tepat dan akurat biasanya menggunakan teknologi batching.

Estimasi material dalam teknik konstruksi beton yang di gunakan haruslah tepat dari pencampuran berupa ageragat halus, agregat kasar, semen, air dan lain-lain. Hal tersebut dapat diukur berdasarkan volume dan berat beton yang akan di hasilkan.

Baca Juga : 

Harga Beton Ready Mix Depok

Harga Ready Mix Tangerang

2. Persiapan Lokasi

Area bidang yang terpenting dalam penuangan beton harus benar-benar di perhatikan dari segi kepadatan struktur tanah. Beton yang di tuangkan di tanah yang kering sehingga mengurangi keretakan pada beton nantinya. Dalam persiapan penuangan beton dapat menerapkan 3 (tiga)  persiapan yaitu.

  • Penggalian. Ini adalah langkah pertama yang harus di lakukan dalam persiapan pekerjaan beton. Struktur tanah harus memiliki kelembapan dan konsentrasi tanah liat yang tinggi.
  • Perataan. Permukaan tanah yang akan dilakukan pekerjaan beton perlu diratakan dan jangan sampai bergelombang.
  • Pemadatan. Hal ini dapat di lakukan dengan alat tamper tanah yang biasa di gunakan untuk pemadatan. dalam proses ini harus benar-benar rapi jangan sampai meninggalkan jejak kaki pada area yang telah di tamper.

3. Pembangunan Bekisting

Bekisting adalah media yang biasa di gunakan dalam proses pengecoran beton berupa cetakan agar beton yang di tuangkan tidak bercecer. Dalam pembuatan bekisting biasanya menggunakan bahan bangunan seperti triplek, kayu papan, alumunium, dan saat ini yang paling sering digunakan adalah dengan menggunkan Bondek.

Pembuatan bekisting ini biasanya membutuhkan biaya sekitar 20 hingga 25 % dari estimasi biaya struktur dan kemungkinan bisa lebih. Pembangunan bekisting juga harus memenuhi standar yang baik seperti yang dijelaskan berikut ini.

Tips Pembangunan Bekisting Yang Baik

  • Pembuatan bekisting yang baik adalah yang mampu menahan beban berat baik beban horizontal maupun vertikal dan dapat mempertahankan bentuknya.
  • Kerapatan dalam penyambungan bekisting harus benar-benar di perhatikan. Jangan sampai terjadi kebocoran saat pengecoran berlangsung.
  • Material yang di gunakan untukbekisting haruslah terjangkau dan mudah di dapat. Sehingga dapat menghemat biaya pengeluaran.
  • Keakuratan framework haruslah akurat pada garis yang di inginkan dan level nya harus memiliki permukaan bidang.

4. Penerapan Tulangan Beton

Penerapan tulangan beton harus akurat dan di beri pengutan pada tulangan beton sebelum di lakukan pengecoran. Penguatan dapat dilihat pada gambar di bawah yang menerapkan penempatan jumlah batang, panjang batang, tekukan, seta posisi tulangan.

tahapan dan teknik konstruksi beton

5. Mixing Beton

Proses mixing beton atau pencampuran beton harus benar-benar memenuhi kriteria yang baik. karena hal ini dapat mempengaruhi kualitas beton yang akan dihasilkan nanti. Pencampuran beton dapat dikatakan baik jika memenuhi kriteria dibawah ini.

  • Campuran harus lengkap untuk semua bahan beton.
  • Campuran beton haruslah seragam dari segi warnanya.
  • Beton harus mencapai konsistensi yang tepat.
  • Adukan semen harus benar-benar menutupi semua permukan agregat.

6. Tahapan dan Teknik Konstruksi Beton: Penuangan Beton

Penuangan beton yang baik adalah dengan segera langsung di tuangkan sebelum terjadi pengerasan pada beton. proses penuangan harus cepat baik dengan cara manual atau dengan alat bantu pompa beton.

Setelah pengecoran selesai maka harus langsung di padatkan dengan menggunakan vibrator untuk memastikan pemadatan yang tepat. Perawatan harus benar-benar dilakukan untuk mencegah terjadinya rongga-rongga udara yang menggelembung di dalam beton.

7. Tahapan dan Teknik Konstruksi Beton: Finishing Beton

finishing beton dapat dilakukan secara manual yaitu dengan menggunakan screed dan juga trowel. Screed dapat di buat dari potongan logam atau plastik yang dibuat memanjang dan dapat di tarik menggunakan kayu. Sedangkan trowel adalah mesin untuk meratakan permukaan beton yang telah selesai atau finishing. dengan menggunakan trowel di rasa lebih efisien karena menggunakan bantuan mesin.

8. Tahapan dan Teknik Konstruksi Beton: Curing

Hal yang terpenting setelah proses pengecoran adalah curing. proses curing memiliki penana yang sangat penting untuk menjaga beton tetap lembab. Peran ini dapat memungkinkan beton mendapat kekuatan yang baik. langkah curing sendiri harus mendapatkan perhatian penuh untuk menghindari kegagalan dalam konstruksi beton.

Demikianlah informasi seputar tahapan dan konstruksi beton. Semoga informasi ini dapat di jadikan referensi bagi anda yang sedang mempelajari konstruksi beton.

Tags : Tahapan Konstruksi beton adalah, Tahapan Konstruksi Beton, Teknik Konstruksi Beton

Call Now Button
Nego Via Whatsapp